Final Penuh Drama, Lakawali Pantai FC Juara Turnamen HUT ke-80 RI di Balantang
Luwu Timur – Suasana mencekam dan sorak-sorai penonton memenuhi Lapangan Birawa, Desa Balantang, Senin (18/08/2025) malam. Pertandingan final turnamen sepak bola dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia antara Balantang FC melawan Lakawali Pantai FC berakhir dengan drama yang tak terlupakan. Pertandingan sengit itu harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit.
Lakawali Pantai FC akhirnya keluar sebagai juara setelah unggul 5-4 dalam adu penalti, mengalahkan tuan rumah Balantang FC yang harus puas menjadi runner-up. Kemenangan ini menjadi catatan manis bagi Lakawali Pantai FC sekaligus menutup turnamen dengan gegap gempita.
Pertandingan Sengit dari Awal hingga Akhir
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung menunjukkan permainan agresif. Balantang FC, yang didukung ribuan suporter lokal, mencoba memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah dengan menguasai lini tengah. Namun, Lakawali Pantai FC tak kalah tangguh, mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali membahayakan pertahanan Balantang FC.

Baca Juga: Pelayanan Bermasalah! Pasien BPJS Dipaksa Bayar Rp700 Ribu di Puskesmas Paranglompoa
Momen paling menegangkan terjadi di menit ke-65, ketika Gugun Latief, striker Balantang FC, mendapatkan peluang emas di depan gawang. Sayang, tendangannya masih melambung di atas mistar, membuat penonton—termasuk Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam—berdecak kecewa.
Di sisi lain, Lakawali Pantai FC juga beberapa kali nyaris mencetak gol, terutama melalui umpan-umpan terobosan dari gelandang kreatif mereka. Namun, pertahanan kedua tim tetap kokoh, sehingga skor 0-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Drama Adu Penalti yang Menegangkan
Karena skor tetap imbang, pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti. Ribuan pasang mata tertuju pada para eksekutor yang maju satu per satu.
Lakawali Pantai FC tampil lebih kompak dan percaya diri. Kelima eksekutor mereka—termasuk kapten tim—berhasil mengecoh kiper Balantang FC dan mencetak gol sempurna. Sementara itu, Balantang FC sempat menyamakan kedudukan hingga 4-4, tetapi satu penendang mereka gagal mengeksekusi dengan baik, sehingga skor akhir menjadi 5-4 untuk kemenangan Lakawali Pantai FC.
Sorak-sorai pecah dari suporter Lakawali Pantai FC, sementara pemain Balantang FC terlihat pasrah. Meski begitu, semangat sportivitas tetap terjaga dengan saling berjabat tangan usai pertandingan.
Apresiasi dari Bupati dan Pejabat Daerah
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang hadir langsung menyaksikan final, memberikan apresiasi tinggi atas semangat kedua tim.
“Selamat kepada Lakawali Pantai FC yang berhasil menjadi juara. Ini adalah bukti bahwa semangat olahraga di masyarakat kita masih sangat tinggi,” ujar Irwan.
Ia juga berharap turnamen seperti ini terus digelar setiap tahun untuk memajukan sepak bola di tingkat kecamatan. “Olahraga harus menjadi budaya masyarakat. Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini,” tambahnya.
Senada dengan Bupati, Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk TNI/Polri, Satpol PP, panitia, dan masyarakat yang menjaga kondusivitas selama turnamen berlangsung.
“Semoga ke depan, semangat olahraga di Luwu Timur semakin berkembang. Kami juga berterima kasih kepada semua pemain yang telah memberikan pertandingan seru,” ucap Herawan.
Turnamen sepak bola dalam rangka HUT ke-80 RI ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat persaudaraan antar-desa di Kecamatan Malili. Lakawali Pantai FC membawa pulang piala juara, sementara Balantang FC—meski kalah—tetap mendapatkan apresiasi atas permainan solid mereka.
Dengan penutupan yang dramatis, turnamen ini akan dikenang sebagai salah satu momen bersejarah bagi sepak bola Luwu Timur. Siapa yang akan menjadi juara tahun depan? Semoga semangat kompetisi dan sportivitas tetap terjaga!


















