Luwu Timur– PT Vale Indonesia Tbk menghadirkan inisiatif nyata melalui program Vocational Short-Term Training, sebuah pelatihan vokasi jangka pendek yang dirancang untuk memperkuat keterampilan praktis masyarakat lokal. Program ini terlaksana berkat kolaborasi PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Politeknik Sorowako (Poliwako).
Indonesia saat ini tengah berfokus pada agenda besar pembangunan nasional yang terangkum dalam Asta Cita. Salah satu pilar utamanya adalah peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu menjawab tantangan industri, khususnya di era hilirisasi mineral dan transisi energi.
Membekali Pemuda dengan Keterampilan Industri
Sebanyak 87 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri atas 57 orang dari wilayah binaan PT Vale dan 30 orang dari Pemkab Luwu Timur. Mereka mendapat kesempatan mendalami tiga bidang keterampilan penting:
-
Pengelasan
-
Kelistrikan
-
Administrasi Bisnis
Selain mendapatkan sertifikat pelatihan, para peserta juga memperoleh sertifikasi kompetensi yang diakui oleh industri. Sertifikasi tersebut diterbitkan langsung oleh Poliwako, yang telah memiliki rekam jejak sebagai lembaga pendidikan vokasi berstandar industri.
Bagi masyarakat lokal, sertifikasi ini bukan hanya simbol, tetapi juga bekal yang bisa membuka akses ke peluang kerja yang lebih luas, baik di sektor pertambangan, manufaktur, maupun jasa.
Investasi pada Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur
Head of Sorowako Limonite Ore PT Vale, Suharpiyu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung kebijakan nasional hilirisasi mineral dan transisi energi.
Baca Juga: Murid SDN 256 Dongi Mogok Sekolah Tolak Plt. Kepala Sekolah Baru
“Kami ingin masyarakat lokal memiliki keterampilan yang bisa langsung digunakan. Ini adalah investasi yang berkelanjutan untuk mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan industri ke depan,” ujar Suharpiyu.
Peserta pun merasakan langsung manfaat dari program ini. Muhammad Nur Adnan, pemuda asal Desa Balambano, menyebut pengalaman tersebut sebagai kesempatan emas.
“Saya berharap keterampilan ini bisa jadi modal masa depan. Tidak semua orang bisa mendapat pelatihan dengan fasilitas lengkap dan sertifikasi seperti ini,” ungkap Nur Adnan dengan penuh semangat.
Menjadi Daerah Kaya Tenaga Kerja Berkualitas
Pelatihan vokasi ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan jalan, gedung, atau fasilitas umum. Lebih dari itu, pembangunan sejati adalah investasi pada manusia.


















