Luwu Timur– Pembangunan infrastruktur kembali menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Sebuah langkah strategis baru saja diambil melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT. Luwu Timur (Lutim) Gemilang (Perseroda milik Pemkab) dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. Pelabuhan Mutiara Indah. MoU ini berfokus pada pembangunan fasilitas pelabuhan modern yang diyakini akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Acara penandatanganan berlangsung di Penang Bistro Pakubuwono, Jakarta Selatan. Momen ini turut disaksikan langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, bersama sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) Liana Trisnawati, Wakil Ketua ABUPI Ariyanto Purboyo, serta Komisaris BUP PT. Pelabuhan Mutiara Indah, Erik.
Komitmen Pemkab Luwu Timur
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh kerja sama ini. Menurutnya, pembangunan fasilitas pelabuhan modern bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan juga tonggak penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen mendukung pembangunan fasilitas pelabuhan, karena hal ini akan memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat Luwu Timur,” ujar Bupati Irwan dengan penuh optimisme.
Ia meyakini bahwa keberadaan pelabuhan modern akan memperkuat daya saing daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperlancar distribusi hasil sumber daya alam Luwu Timur, terutama dari sektor pertambangan nikel dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Baca Juga: Pemkab Luwu Timur Gandeng PT IHIP Bangun Kawasan Industri Terintegrasi di Malili
Kolaborasi Strategis
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama PT. Luwu Timur Gemilang, Ikal A.A., dan Direktur Utama PT. Pelabuhan Mutiara Indah, Mardiana. Bagi PT. Luwu Timur Gemilang, kesepakatan ini adalah langkah nyata dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang mendukung potensi ekonomi daerah.
Ikal A.A. menilai kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan asosiasi pelabuhan yang memiliki visi sama dalam memperkuat jaringan logistik nasional.
“Kerja sama ini menjadi tonggak penting kolaborasi antara swasta, asosiasi, dan pemerintah dalam memperkuat infrastruktur maritim nasional, sekaligus meningkatkan kontribusi bagi PNBP dan PAD,” jelas Ikal.
Selain sebagai sarana transportasi dan logistik, pelabuhan modern ini juga diproyeksikan menjadi simpul ekonomi baru yang mampu menarik investasi, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta mendukung hilirisasi industri di Luwu Timur.


















