Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Pemerintah Bulukumba Apresiasi Kinerja Dinas Perkimtan dalam Penyusunan Dokumen RP3KP

Pemerintah Bulukumba Apresiasi Kinerja Dinas Perkimtan dalam Penyusunan Dokumen RP3KP

banner 120x600
banner 468x60

RP3KP Bulukumba 2025: Dari Konsep ke Aksi, Wujudkan Permukiman Layak dan Berkelanjutan

Luwu Timur– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) menggelar Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Tahun 2025. Acara yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba ini menandai puncak dari serangkaian proses konsultasi publik dan kajian mendalam untuk merumuskan peta jalan pembangunan permukiman yang terpadu dan berkelanjutan bagi masyarakat Bulukumba.

Seminar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, ini tidak hanya menjadi ajang presentasi dokumen final, tetapi juga simbol komitmen kuat pemerintah daerah untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, dari awal hingga akhir.

banner 325x300

Sebuah Proses Partisipatif: Dari Seminar Awal hingga Akhir

Dalam laporannya, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perkimtan, Hj. Andi Irawati, memaparkan bahwa penyusunan RP3KP ini telah melalui tahapan yang komprehensif dan inklusif. Prosesnya tidak instan, melainkan dibangun dari dialog berkelanjutan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders).

“Seminar Awal telah kami lakukan untuk memberikan informasi dan sosialisasi tentang program RP3KP sekaligus mengumpulkan aspirasi, mengidentifikasi kebutuhan, dan mendiagnosis permasalahan riil yang dihadapi di sektor perumahan dan permukiman,” jelas Irawati.

Pemerintah Bulukumba Apresiasi Kinerja Dinas Perkimtan dalam Penyusunan Dokumen RP3KP
Pemerintah Bulukumba Apresiasi Kinerja Dinas Perkimtan dalam Penyusunan Dokumen RP3KP

Baca Juga: PSM Gelar Tur Pengabdian Masyarakat di Desa Bontoa, Maros

Tahap selanjutnya, Seminar Antara, berfokus pada validasi hasil kajian dan analisis tim perencana. Pada fase ini, draf awal RP3KP digodok melalui masukan dan saran konstruktif dari berbagai pihak untuk memastikan semua aspek—lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya—telah dipertimbangkan dengan matang.

“Hari ini, dalam Seminar Akhir ini, kami mempresentasikan dokumen yang telah disempurnakan. Dokumen final ini kami harap dapat segera disahkan, menjadi acuan bersama, dan yang terpenting, dapat diimplementasikan dengan baik,” tambahnya. Irawati menutup laporannya dengan harapan agar hasil seminar menjadi langkah penting menuju pengembangan kawasan permukiman yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Apresiasi Wabup untuk Komitmen dan Harapan agar Menjadi Legacy

Wakil Bupati Andi Edy Manaf, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Dinas Perkimtan yang dinilainya telah bekerja secara maksimal dan profesional.

“Ini luar biasa. Upaya yang telah dilakukan Dinas Perkimtan patut diacungi jempol. Namun, kerja keras ini tidak boleh berhenti di sini. Kita harap dokumen RP3KP ini nantinya benar-benar menjadi landasan perencanaan pembangunan kawasan perumahan, bukan sekadar menjadi dokumen yang mangkrak di rak buku,” tegas Edy Manaf dengan semangat.

Wabup juga menekankan filosofi kepemimpinan yang berorientasi pada legacy atau warisan yang bermanfaat. Ia mengingatkan kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir untuk tidak sekadar meneruskan program lama, tetapi untuk berinovasi dan meninggalkan jejak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Semestinya setiap jabatan melahirkan legacy yang lebih baik. RP3KP ini harus menjadi salah satu legacy kita bersama untuk Bulukumba yang lebih maju dan sejahtera,” pesannya.

RP3KP: Lebih dari Sekadar Rencana, Tapi Acuan Operasional

Edy Manaf lebih lanjut membeberkan signifikansi dokumen RP3KP. Menurutnya, dokumen ini adalah instrumen strategis untuk:

  1. Mendukung pengembangan perumahan dan kawasan permukiman yang terpadu dan berkelanjutan, selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bulukumba.

  2. Mendorong penyediaan perumahan yang terjangkau dan layak huni bagi semua lapisan masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

  3. Mewujudkan penyebaran penduduk yang proporsional, mengurangi tekanan demografi pada pusat kota dan menciptakan pertumbuhan yang merata di berbagai kawasan.

“Pada intinya, RP3KP merupakan acuan operasional bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pembangunan perumahan dan kawasan permukiman. Mulai dari pemerintah, pengembang, perbankan, hingga masyarakat sendiri,” terangnya.

Kolaborasi Multi-Pihak Kunci Keberhasilan

Seminar yang dihadiri oleh jajaran pemerintah kabupaten, tokoh masyarakat, perwakilan pengembang, perbankan, serta ahli perencana seperti Tri Budiharto, ST., M.Sc. dan Rimba Arief, ST., M.Eng. ini menegaskan bahwa pembangunan permukiman yang ideal mustahil diwujudkan oleh pemerintah sendiri.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pendekatan collaborative governance (tata kelola pemerintahan kolaboratif) yang diusung oleh Pemkab Bulukumba. Perbankan hadir sebagai mitra dalam penyediaan pembiayaan, pengembang sebagai pelaku pembangunan, dan masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus pengawas.

Dengan ditutupnya seminar akhir ini, dokumen RP3KP Kabupaten Bulukumba 2025 tinggal menunggu pengesahan. Perjalanan panjang dari konsep ke aksi kini memasuki babak yang paling dinantikan: implementasi di lapangan. Harapannya, semangat kolaborasi dan komitmen untuk menciptakan legacy baik yang digaungkan Wabup Edy Manaf dapat terwujud dalam bentuk permukiman yang nyaman, aman, dan layak bagi seluruh masyarakat Bulukumba.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *