Luwu Timur– Pemandangan tak biasa terjadi di SDN 256 Dongi, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Hampir seluruh murid di sekolah tersebut memilih mogok sekolah dan menolak mengikuti kegiatan belajar mengajar. Aksi mogok itu dipicu oleh penolakan terhadap kepala sekolah baru yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt.).
Menurut informasi yang dihimpun dari lapangan, sosok kepala sekolah yang ditolak adalah NH, yang sebelumnya pernah menjabat di SDN 252 Nikel. Pada tahun 2024, NH dimutasi ke SDN 270 Matompi, Kecamatan Towuti, sebagai guru. Hampir setahun bertugas di sana, ia kemudian mengajukan pindah dan ditugaskan sebagai Plt. Kepala Sekolah di SDN 256 Dongi, menggantikan kepala sekolah sebelumnya yang telah pensiun.
Murid Mogok, Kegiatan Belajar Terhenti
Sejak Jumat (19/9/2025), suasana SDN 256 Dongi tampak sepi. Tak ada lagi keriuhan anak-anak yang biasanya memenuhi halaman sekolah. Seorang sumber menyebutkan, pada awalnya masih ada sekitar sepuluh murid yang masuk kelas, namun kini sudah tidak ada lagi yang hadir.
“Iya benar, murid mogok sekolah. Awalnya hanya sekitar sepuluh murid masuk, sekarang tidak ada lagi. Pak Kadis sudah turun langsung tadi, dan masalah ini akan kita sampaikan ke Bupati,” ungkap seorang sumber kepada batarapos.com.
Mogoknya murid-murid tersebut tentu membuat aktivitas belajar lumpuh total. Guru-guru yang ada di sekolah pun kebingungan menghadapi kondisi tersebut.
Misteri Penolakan Kepala Sekolah
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan murid-murid menolak kehadiran NH sebagai Plt. Kepala Sekolah. Namun, isu yang beredar menyebutkan bahwa penolakan ini berkaitan dengan masalah yang pernah terjadi saat NH menjabat sebagai kepala sekolah di SDN 252 Nikel.
Meski begitu, informasi tersebut masih sebatas dugaan. Pihak Dinas Pendidikan Luwu Timur menegaskan bahwa mereka akan melakukan pendalaman terkait penyebab utama aksi penolakan ini.
Dinas Pendidikan Turun Tangan
Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur langsung turun ke lokasi untuk menangani persoalan ini. Pihak dinas juga memastikan bahwa kasus ini tidak akan dibiarkan berlarut-larut, mengingat mogoknya murid berdampak langsung pada proses pendidikan.
Baca Juga: PSI Sulsel Konsolidasi di Luwu Timur Bupati Irwan Bachri Bro Gandi Simbol Anak
“Masalah ini akan segera kita sampaikan ke Bupati. Kami berharap ada solusi terbaik agar anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa,” ujar salah satu pejabat di lingkup Disdik Luwu Timur.
Pendidikan Anak Jangan Jadi Korban
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak. Aksi mogok sekolah yang dilakukan murid memang menunjukkan adanya keresahan, namun jika berlangsung lama, tentu akan merugikan masa depan anak-anak.
Pakar pendidikan menilai, polemik yang terjadi antara pihak sekolah dan masyarakat harus segera diselesaikan secara bijak. Komunikasi terbuka antara Dinas Pendidikan, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dianggap sebagai kunci untuk menemukan jalan tengah.
Menunggu Keputusan Bupati
Kini, semua pihak menunggu sikap Bupati Luwu Timur terkait polemik di SDN 256 Dongi. Keputusan yang diambil pemerintah daerah diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan murid dan orang tua, sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Peristiwa ini menjadi cerminan bahwa pengelolaan dunia pendidikan tidak hanya soal administrasi dan kebijakan, tetapi juga menyangkut kepercayaan, keharmonisan, serta hubungan emosional antara murid, orang tua, dan tenaga pendidik.


















