LUWU TIMUR – Terik matahari di Desa Laoli, Kabupaten Luwu Timur, tidak menyurutkan semangat para petani untuk tetap turun ke sawah meski sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bagi warga lokal, bertani bukan sekadar mata pencaharian, melainkan bentuk pengabdian dan kesabaran yang berlipat ganda di bulan suci ini. Oleh karena itu, para petani mengatur pola kerja mereka dengan lebih bijak guna menjaga stamina hingga waktu berbuka puasa tiba.
Para petani biasanya memulai aktivitas sejak fajar menyingsing untuk menghindari sengatan panas di siang hari yang menyengat. Hasilnya, mereka mampu menyelesaikan sebagian besar pekerjaan berat seperti pemupukan dan pembersihan gulma sebelum matahari mencapai puncaknya.
Harmoni Alam dan Ibadah di Pematang Sawah
Selain itu, momen istirahat di bawah pohon rindang sering kali mereka gunakan untuk saling menyapa dan mempererat silaturahmi antarwarga desa. Dengan demikian, suasana Ramadan di Desa Laoli terasa sangat kental dengan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang tinggi.
Baca Juga:Hadiah Futsal Ramadan Lutim Naik Dua Kali
Kelompok tani setempat memastikan distribusi pengairan tetap berjalan lancar agar tanaman padi tidak kekeringan selama musim kemarau kecil ini. Oleh sebab itu, kerja sama dalam pembagian debit air menjadi kunci utama keberhasilan panen yang mereka harapkan jatuh tepat setelah Idulfitri. Langkah kolektif ini membuktikan bahwa tantangan alam dan fisik tidak menghalangi niat tulus mereka dalam menjemput rezeki yang halal.
“Kami menikmati setiap peluh yang menetes di sawah ini sebagai bagian dari ibadah kami kepada Sang Pencipta. Sebab, bekerja keras demi keluarga saat berpuasa memiliki nilai pahala yang sangat besar dalam keyakinan kami,” ujar seorang petani di pematang sawah.
Harapan bagi Panen Raya yang Berkah
Pada akhirnya, ketekunan para petani Laoli ini akan membuahkan hasil panen yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah. Hasilnya, stabilitas stok beras di pasar-pasar Luwu Timur akan tetap terjaga berkat dedikasi para pahlawan pangan ini di tengah bulan suci. Pada akhirnya, perjuangan mereka di bawah terik matahari akan terbayar lunas dengan kebahagiaan saat merayakan kemenangan di hari raya nanti.
Pemerintah daerah melalui penyuluh pertanian terus memberikan pendampingan teknis agar produktivitas lahan di Desa Laoli tetap optimal. Sebab, dukungan moril dan bantuan sarana produksi sangat mereka butuhkan untuk menjaga semangat kerja para petani di masa-masa sulit seperti sekarang.


















