Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Kedisiplinan Diuji Bupati Temukan ASN Telat Duduk Santai dan Titip Absen Saat Sidak Apel

Kedisiplinan Diuji Bupati Temukan ASN Telat Duduk Santai dan Titip Absen Saat Sidak Apel

banner 120x600
banner 468x60

Kedisiplinan ASN Diuji: Bupati Luwu Timur Geram Temukan Puluhan Pegawai Main HP dan Telat Saat Apel Pagi

Luwu Timur – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, pada apel pagi di lingkungan Pemkab Luwu Timur, mengungkap fakta memprihatinkan tentang rendahnya kedisiplinan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga upah jasa. Bupati yang datang secara diam-diam dari belakang barisan apel menemukan puluhan pegawai asyik bermain ponsel, duduk santai, bahkan datang terlambat saat Sekretaris Daerah (Sekda) H. Bahri Suli sedang memimpin apel.

Sidak Tanpa Pemberitahuan, Bupati Kecewa

Bupati Irwan mengaku sengaja tidak hadir di barisan depan agar bisa melihat kondisi sebenarnya. Hasilnya? Kekecewaan besar. “Saya ingin tahu sejauh mana komitmen pegawai terhadap kedisiplinan. Ternyata, masih banyak yang abai,” ujarnya dengan nada tinggi.

banner 325x300

Yang membuatnya geram, beberapa pegawai terlihat masih asyik bermain ponsel bahkan ketika Sekda sedang memberikan arahan. Tak hanya itu, masih ada yang datang terlambat, melebihi batas waktu apel pukul 07.30 Wita. “Pukul 07.30 masih ada yang di bawah, merokok lagi. Ini tidak bisa ditolerir!” tegasnya.

Etika dan Profesionalitas Dipertanyakan

Bupati Sidak Apel Pagi, Puluhan Pegawai Terciduk Main HP dan Duduk Saat Sekda Sambutan | Tekape.co

Baca Juga: Dua Petinju Luwu Timur Sabet Kemenangan Gemilang di Kejurprov Tinju 2025

Bupati Irwan menegaskan, sikap tidak disiplin tersebut bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga menunjukkan ketidakhormatan kepada pimpinan. “Bayangkan jika posisi dibalik, kalian yang memimpin apel, lalu Sekda main HP atau duduk di belakang. Apakah kalian terima?” tanyanya retoris.

Ia menekankan bahwa apel pagi seharusnya menjadi momentum pembentukan karakter dan komitmen kerja, bukan sekadar formalitas. “Ini soal profesionalitas dan etika. Jika tidak bisa menghargai pimpinan, bagaimana bisa melayani masyarakat dengan baik?”

Tidak hanya soal sikap saat apel, Bupati juga menyoroti praktik absensi yang tidak tertib. Beberapa pegawai diduga sudah menandatangani daftar hadir meski belum mengikuti apel, bahkan ada yang titip tanda tangan. “Ini harus dihentikan! Mulai minggu depan, daftar hadir akan diatur per OPD dan diawasi ketat. Tidak ada lagi titip absen!” instruksinya.

Sanksi Tegas untuk Pelanggar: P3K Bisa Diberhentikan

Bupati Irwan menegaskan bahwa tidak akan ada lagi toleransi bagi pelanggar kedisiplinan. Bahkan, ia mengingatkan bahwa pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang tidak disiplin bisa diberhentikan sesuai kontrak. “Jangan salahkan saya jika enam bulan kemudian ada yang dapat surat pemberhentian. Saya sudah minta BKPSDM untuk tegas. Ini bukan gertakan!”

Ia juga meminta Satpol PP untuk bertindak tegas terhadap pegawai yang datang terlambat. “Mulai minggu depan, tidak ada toleransi. Eselon III harus jadi contoh. Kecuali yang hamil, selain itu wajib hadir tepat waktu.”

Kasus ini bukan sekadar persoalan pelanggaran disiplin, tetapi juga mencerminkan budaya kerja yang perlu diperbaiki. Apel pagi seharusnya menjadi sarana evaluasi dan pembinaan, namun jika diisi dengan ketidakseriusan, maka tujuannya menjadi sia-sia.

Bupati Irwan berharap, insiden ini menjadi momentum perbaikan. “Kita ingin membangun Luwu Timur yang maju, tetapi itu mustahil jika mental pegawai masih seperti ini. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri.” Usai sidak, sejumlah pegawai mengaku kaget dan berjanji memperbaiki diri. “Kami tidak menyangka Bupati datang dari belakang. Ini pelajaran berharga,” ujar seorang ASN yang enggan disebut namanya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *