Siaga Api di Musim Kemarau! Bupati Jeneponto Ingatkan Warga Waspadai Bahaya Kebakaran
Luwu Timur– Kabupaten Jeneponto, dengan karakteristik lahannya yang mulai mengering, memasuki periode yang memerlukan kewaspadaan tinggi: puncak musim kemarau. Menyikapi hal ini, Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran yang mengintai di tengau teriknya musim kering.
Himbauan yang disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi pada Kamis, 28 Agustus 2025 tersebut, bukan tanpa alasan. Data dari lapangan menunjukkan tren kejadian kebakaran yang perlu diantisipasi secara serius oleh semua pihak.
Data yang Mengkhawatirkan: 29 Kasus dalam 8 Bulan
Memperkuat imbauan Bupati, Kasatpol PP dan Damkar Jeneponto, Saharuddin, membeberkan data yang cukup mencengangkan. Dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2025 saja, tim Damkar Jeneponto telah menangani 29 kasus kebakaran.
“Yang perlu dipahami, ini bukan hanya kebakaran rumah. Kebakaran lahan juga termasuk dalam angka tersebut. Keduanya sama-sama berbahaya dan dapat menimbulkan kerugian materiil yang besar, bahkan nyawa,” jelas Saharuddin kepada media.

Baca Juga: Liga 1 Laga Big Match Pekan Ini, PSM Vs Persebaya di Stadion BJ Habibie
Dia menegaskan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan karena puncak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung. Vegetasi kering, dedaunan, dan rumput yang mudah terbakar menjadi bahan bakar potensial yang dapat menyulut api besar, terutama jika dibantu oleh tiupan angin kencang yang kerap melanda daerah pesisir.
Akar Masalah: Korsleting Listrik dan Kelalaian Penggunaan Kompor Gas
Berdasarkan identifikasi tim Damkar di lapangan, dua penyebab utama kebakaran yang paling sering ditemukan adalah korsleting listrik (arus pendek) dan kelalaian dalam penggunaan kompor gas.
“Hasil identifikasi dari anggota di lapangan, rata-rata yang bisa mengakibatkan kebakaran itu akibat dari arus pendek listrik dan penggunaan kompor gas,” ujar Saharuddin.
Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa sebagian besar kebakaran sebenarnya dapat dicegah. Faktor manusia dan kurangnya pemeliharaan terhadap instalasi listrik menjadi pemicu utamanya.
Lima Langkah Penting Pencegahan Kebakaran di Rumah
Bupati Paris Yasir tidak hanya mengimbau, tetapi juga memberikan panduan praktis dan jelas bagi masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran. Berikut adalah 5 langkah kritis yang harus diperhatikan setiap warga:
-
Periksa Instalasi Listrik: Pastikan kondisi listrik di rumah dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah. Cabut peralatan elektronik yang tidak digunakan dan periksa secara berkala kondisi kabel dan stop kontak untuk menghindari korsleting.
-
Matikan Kompor dan Cabut Regulator Gas: Jangan pernah sekalipun meninggalkan rumah dalam keadaan kompor menyala. Selalu pastikan kompor dalam keadaan mati sempurna dan cabut regulator gas dari tabungnya. Kebocoran gas dapat menyebabkan ledakan dahsyat.
-
Stop Bakar Sampah/Lahan Saat Angin Kencang: Aktivitas membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar sangat berisiko tinggi, terutama di dekat pemukiman dan saat angin bertiup kencang. Percikan api dapat dengan mudah terbang dan membakar rumah warga atau lahan tetangga.
-
Hati-hati dengan Puntung Rokok: Pastikan api rokok benar-benar mati sebelum dibuang. Jangan pernah membuang puntung rokok sembarangan, terutama ke area rumput kering atau semak. Kebiasaan kecil ini telah terbukti menjadi penyebab banyak kebakaran lahan.
-
Simpan Obat Nyamuk dengan Aman: Jangan menyimpan obat nyamuk (semprot, bakar, atau elektrik) dekat dengan benda-benda yang mudah terbakar seperti kasur, tirai, atau kertas. Simpanlah di tempat yang aman dan kering.
Koordinasi dan Kecepatan Melapor Kunci Keselamatan
Bupati juga menekankan pentingnya kecepatan dalam melaporkan jika melihat indikasi kebakaran. Semakin cepat petugas damkar bergerak, semakin besar kemungkinan api untuk dipadamkan sebelum membesar.
Masyarakat dihimbau untuk segera menghubungi DAMKAR JENEPONTO di nomor:
-
0419 2410822 (Telepon Tetap)
-
085222618895 (Telepon Seluler)
“Jangan ragu untuk menelepon. Lebih baik kita waspada dan melaporkan hal yang mencurigakan daripada menyesal karena terlambat,” pesan Bupati.
Tanggung Jawab Bersama di Musim Kering
Imbauan ini pada dasarnya adalah seruan untuk gotong royong dalam menjaga keselamatan bersama. Musim kemarau adalah fenomena alam, tetapi kebakaran adalah bencana yang sebagian besar dapat dicegah oleh kesadaran manusia.
Dengan disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan, memelihara peralatan rumah tangga dengan baik, dan memiliki kesigapan untuk melapor, masyarakat Jeneponto dapat melalui musim kemarau ini dengan lebih aman dan terhindar dari malapetaka kebakaran yang merugikan.


















