Inovasi Pakan Ikan Nila Berbahan Lokal: Solusi Atasi Mahalnya Pakan Komersial di Desa Mulyasri
Luwu Timur– Desa Mulyasri, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, sedang bersiap untuk lompatan besar dalam sektor perikanan. Dengan rencana pembangunan tambak semi-intensif, masyarakat berpeluang meningkatkan pendapatan melalui budidaya ikan nila. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya biaya pakan komersial, yang bisa mencapai 70% dari total biaya produksi.
Menyikapi hal ini, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin menggelar Demonstrasi Pembuatan Pakan Ikan Nila Berbahan Lokal pada Kamis, 7 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan membuat pakan mandiri yang lebih murah, berkualitas, dan berkelanjutan.
Budidaya ikan nila memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, tetapi ketergantungan pada pakan pabrikan seringkali menjadi penghambat. Harga pakan komersial terus naik, sementara ketersediaan bahan baku lokal seperti dedak padi, jagung, dan limbah perikanan belum dimanfaatkan secara optimal.
Dengan membuat pakan sendiri, petani bisa:
Menghemat biaya produksi 40-50% dibanding pakan komersial.
Mengurangi limbah pertanian & perikanan dengan memanfaatkan dedak, jagung, dan tepung ikan lokal.
Mengontrol kualitas nutrisi sesuai kebutuhan ikan.
Menciptakan kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha baru.
Proses Pembuatan Pakan Ikan Nila Berbahan Lokal
Baca Juga: Luwu Timur Diguncang Gempa Lagi, Seberapa Sering Wilayah Ini Alami Aktivitas Seismik?
Kegiatan dimulai pukul 20.00 WITA dengan pemaparan materi tentang formula pakan, kandungan nutrisi, dan perhitungan biaya produksi. Selanjutnya, dilakukan demonstrasi langsung pembuatan pakan, mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengeringan.
Bahan-Bahan yang Digunakan:
-
Sumber Protein:
-
Tepung ikan (limbah perikanan lokal)
-
Tepung kepala udang (limbah pengolahan udang)
-
-
Sumber Karbohidrat & Serat:
-
Dedak padi (bekatul)
-
Tepung jagung
-
-
Tambahan Nutrisi:
-
Minyak ikan (untuk asam lemak omega-3)
-
Vitamin dan mineral (opsional)
-
Tahapan Pembuatan:
-
Penimbangan Bahan – Setiap komponen diukur sesuai formula untuk memenuhi kebutuhan protein (25-30%) dan energi ikan nila.
-
Pencampuran – Bahan kering diaduk merata, lalu ditambahkan minyak ikan dan air secukupnya hingga terbentuk adonan.
-
Pencetakan – Adonan dicetak menggunakan alat sederhana (bisa dengan penggiling daging atau cetakan manual).
-
Pengeringan – Pakan dijemur atau dikeringkan dengan oven suhu rendah hingga kadar air <10%.
-
Penyimpanan – Pakan kering disimpan dalam wadah kedap udara untuk mencegah jamur.
Masyarakat terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, terutama saat praktik pencampuran dan pencetakan. Beberapa peserta bahkan langsung mencoba membuat pakan sendiri dengan panduan tim KKN.
Kegiatan KKN ini bukan sekadar pelatihan satu hari, melainkan awal dari gerakan kemandirian pakan ikan berbasis lokal. Dengan semangat kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Mulyasri berpotensi menjadi sentra budidaya ikan nila hemat biaya di Luwu Timur.


















