Luwu Timur– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan dunia pendidikan. Komitmen ini kembali ditegaskan oleh Bupati Luwu Timur, H. Budiman Irwan Bachri Syam, saat menerima audiensi dari jajaran Universitas Kurnia Jaya Persada (UKJP) Palopo di ruang kerjanya.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal menuju kerja sama strategis antara Pemkab Luwu Timur dan UKJP Palopo, terutama dalam bidang pengembangan SDM, peningkatan kegiatan akademik, dan program magang luar negeri bagi mahasiswa.
Dorongan Nyata untuk Kolaborasi Pendidikan
Dalam kesempatan itu, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif kerja sama tersebut. Ia menilai, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah penting untuk menyiapkan generasi muda yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global.
“Kalau ada penandatanganan MoU akan lebih bagus, agar kerja sama ini memiliki dasar yang jelas dan berkelanjutan,” ujar Bupati Irwan.
“Pemerintah daerah siap berkolaborasi secara konkret dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.”
Bupati juga menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan kemitraan yang kuat antara dunia akademik, dunia industri, dan pemerintah agar proses pembangunan SDM berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.
UKJP Palopo Siap Dukung Pendidikan Anak Luwu Timur
Sementara itu, Rektor UKJP Palopo, Prof. drg. Mansjur Nasir, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemkab Luwu Timur. Ia menyebut, kunjungan ini merupakan wujud dari semangat UKJP untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Baca Juga: Bupati dan Wabup Luwu Timur Hadiri Pemakaman Pdt. Ark Rarung
“Kami ingin berkontribusi dalam reformasi pendidikan dan peningkatan kualitas SDM anak-anak Luwu Timur,” ujar Prof. Mansjur.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada tataran rencana, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.”
Prof. Mansjur juga menyampaikan beberapa usulan menarik dalam kerja sama ini. Salah satunya adalah pemberian kemudahan khusus bagi calon mahasiswa asal Luwu Timur, seperti rekomendasi langsung dari Bupati dan kemungkinan bebas tes masuk, terutama bagi pendaftar Fakultas Kedokteran.
Kebijakan ini, menurutnya, diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah, sekaligus mendorong lebih banyak anak muda Luwu Timur untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan.
Program Magang dan Pembelajaran Bahasa Mandarin di Taiwan
Selain itu, UKJP Palopo juga memaparkan salah satu program unggulan internasional yang menjadi daya tarik tersendiri, yakni magang dan pembelajaran bahasa Mandarin di Taiwan. Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester empat dan terbuka untuk semua fakultas tanpa batasan kuota.
Menariknya, mahasiswa hanya perlu menanggung biaya administrasi ringan seperti pembuatan paspor, visa, dan pemeriksaan kesehatan. Adapun batas usia peserta maksimal 23 tahun.
Program tersebut diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa terhadap dunia kerja global serta memperkuat kemampuan bahasa asing mereka.
“Program magang di Taiwan menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengenal budaya kerja internasional sekaligus meningkatkan daya saing mereka di pasar global,” jelas Prof. Mansjur.


















