Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Pemkab Luwu Timur Komitmen Dukung Program Sulsel Bebas TBC 2030

Pemkab Luwu Timur Komitmen Dukung Program Sulsel Bebas TBC 2030

banner 120x600
banner 468x60

Luwu Timur– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program nasional percepatan penuntasan penyakit Tuberkulosis (TBC). Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Dra. Hj. Puspaswati Husler, saat mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percepatan Penuntasan TBC di Sulawesi Selatan, yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Luwu Timur.

Kegiatan Monev tersebut diikuti oleh 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dan menjadi ajang evaluasi bersama terkait pelaksanaan program eliminasi TBC yang menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

banner 325x300

Komitmen Bersama Eliminasi TBC di Sulsel

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sulsel Hj. Fatmawati Rusdi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi persoalan TBC yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

“Dari total 45.472 kasus TBC di Sulawesi Selatan, baru 21.236 yang berhasil ditelusuri atau sekitar 46,7 persen. Artinya, lebih dari separuh kasus masih belum terdeteksi dan berpotensi menularkan di masyarakat,” ungkap Fatmawati.

Ia menyoroti bahwa TBC bukan hanya masalah medis, tetapi juga persoalan sosial dan ekonomi. Data menunjukkan, 42 persen pasien TBC di Sulsel berasal dari keluarga miskin penerima bantuan sosial.

“Angka ini menegaskan bahwa kemiskinan dan penyakit saling berkaitan erat. Karena itu, penanggulangan TBC harus menjadi gerakan sosial bersama, bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan,” ujarnya.

Fatmawati juga menambahkan bahwa sejak tahun 2024, Pemerintah Provinsi Sulsel telah mengembangkan program Desa dan Kelurahan Siaga TBC di berbagai daerah. Hingga saat ini, baru delapan kabupaten yang telah membentuk Desa Siaga, dan ia mendorong agar kabupaten lainnya segera menindaklanjuti dengan menerbitkan SK atau Peraturan Daerah tentang Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TB).

Luwu Timur Siapkan Langkah Strategis

Wakil Bupati Tekankan Percepatan Penuntasan TBC Lewat Program Desa Siaga – Warta Lutim

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Luwu Timur Terkendala Dua Dapur yang Beroperasi

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wakil Bupati Hj. Puspaswati Husler langsung memimpin rapat internal bersama jajaran perangkat daerah terkait. Dalam rapat itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat seluruh elemen pendukung penanggulangan TBC di Luwu Timur.

Menurut Puspawati, langkah tersebut penting agar masyarakat lebih dekat dengan layanan deteksi dan edukasi kesehatan terkait TBC. Ia juga menyoroti masih terbatasnya fasilitas pemeriksaan di daerah tersebut.

“Saat ini, pemeriksaan TBC hanya bisa dilakukan di dua fasilitas, yakni di RSUD I Lagaligo dan Puskesmas Malili. Ke depan, kita perlu memperluas jangkauan pemeriksaan agar lebih banyak masyarakat yang terdeteksi sejak dini,” tambahnya.

Dari Sosialisasi Hingga Pembentukan Desa Siaga

Puspawati menegaskan bahwa langkah awal yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat. Sosialisasi mengenai penyebab, gejala, dan cara pencegahan TBC harus diperkuat melalui berbagai saluran, mulai dari Puskesmas, perangkat desa, hingga organisasi kemasyarakatan.

“Kita ingin masyarakat memahami bahwa TBC bukan penyakit memalukan, melainkan penyakit yang bisa disembuhkan jika ditangani sejak dini. Edukasi harus digalakkan agar warga tidak takut memeriksakan diri,” ujarnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *